Pages

Friday, September 9, 2011

Home » » Keindahan Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang Kalbar

Keindahan Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang Kalbar


Gunung Bawang berada di Kabupaten Bengkayang, merupakan salah satu gunung yang terkenal di Kalimantan Barat dan menurut masyarakat setempat pemberian nama gunung bawang itu karena bagian puncak Gunung Bawang apabila dilihat dari kejauhan seperti bawang.

Gunung Bawang ini memiliki ketinggian 1460 mpdl dari permukaan laut yang dapat ditempuh dari pusat kota Bengkayang menuju kampung terdekat, Desa madi sekitar 2 jam menggunakan kendaranaan.

Kemudian dari desa Madi dilanjutkan jalan kaki selama hampir 10 jam menuju selter terakhir di makamuk, yakni kawasan tebing batu, jalur yang dilalui merupakan medan berat karena tanjakan yang tinggi juga akan menemukan punggukan dan hutan belantara yang masih terasa keasliannya.

Untuk mendapatkan pemandangan indah dipuncak, para pendaki dianjurkan untuk menginap semalam di makamuk dan melakukan pendakian pada pagi harinya karena pada waktu pagi kita bisa menyaksikan keindahan sang maha pencipta yang cukup mempesona.

Kawasan gunung Bawang berstatus hutan hukum adat sehingga hutan di gunung Bawang terjaga kelestariannya. Selain itu kawasan Gunung Bawang ini ditetapkan sebagai hutan lindung melalui peraturan pemerintah karena kawasan ini terdapat berbagai jenis kayu langka seperti kayu besi atau Kayu Belian.

Bukan hanya itu, untuk satwa-satwa yang dilindungi oleh pemerintah, seperti Beruang madu, Rusa, Orang Utan, Burung Enggang Gading dan lainnya masih terdapat disini walaupun di daerah lain di Kalbar mulai terancam punah.

Kehidupan satwa yang dilindungi di Gunung Bawang menjadikan daerah ini merupakan salah satu kawasan yang selalu tetap terjaga.


Gunung Bawang Memiliki 3 puncak, namun ketiga puncak gunung Bawang yang cukup terkenal adalah puncak gunung bawang raya yang merupakan jalur pendakian kalangan pencinta alam, seperti Mahasiswa Hukum Pencinta Alam Universitas Tanjungpura Pontianak yang sejak berdiri pada tahun 1967 menjadikan kawasan Gunung Bawang sebagai kawasan pendidikan untuk anggota muda mereka hingga sekarang.

Selain memiliki habitat langka flora ternyata kawasan gunung bawang terutama di daerah puncaknya juga ada berbagai jenis kantong semar dan angkrek bulan.

Gunung Bawang ini juga memiliki mistik seperti gunung lainnya, seperti dilarang berteriak dan berbicara sembarangan yang diyakini masyarakat setempat, apabila pantangan itu dilakukan maka yang bersangkutan tidak bisa pulang karena tidak bisa menemukan jalur atau jalur pulang dan tersesat.


Kawasan gunung Bawang ini bisa dijadikan salah satu lokasi alternatif wisata karena ada beberapa riam yang cukup indah seperti riam budi, riam plagoi dan riam batu timah yang cukup memikat bagi pengunjung.

Namun sangat disayangkan sarana untuk menuju kelokasi itu kurang didukung oleh pemerintah setempat seperti jalan yang jelek dan masih terdapat masyarakat yang menggunakan sistem ladang berpindah karena minimnya pengetahuan mereka tentang teknik pertanian, apabila kondisi ini terus dibiarkan maka tidak dipungkiri kawasan Gunung Bawang rusak ekosistemnya.

Berita Terkait:
Catatan Pendakian Bersama Gunung Bawang 2012
Pendakian Bersama Momen Tahun Baru 2012 Sukses
Pewarta dan Mapala Gelar Pendakian Bersama Tahun Baru