Pages

Friday, April 25, 2014

Potensi Kampung Beting Sebagai Wisata Kota Pontianak

Perkampungan Beting merupakan perkampungan yang berada di tepian sungai kapuas yang letaknya sangat strategis di Kota Pontianak. Patut diketahui perkampungan yang satu ini tidak bisa dipisahkan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak.

Nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan sangat kental di perkempungan beting sebagai nilai-nilai warisan budaya leluhur.

Berbagai tanggapan negatif memang cenderung tercetus apabila menanyakan kepada masyarakat tentang perkampungan Beting tersebut, namun anggapan itu bisa terbantahkan apabila kita mengunjungi kampung yang satu ini dengan nilai-nilai budaya kebersamaan dan sangat terasa berbeda dengan perkampungan lainnya yang ada di Kota Pontianak.

Kehidupan masyarakat yang tinggal di kampung Beting memang sangat jauh berbeda karena kita temukan nilai-nilai kesederhanaan terutama pada pemukiman tempat tinggal penduduk.

Mungkin saja ini merupakan salah satu kurangnya perhatian pemerintah sehingga pada saat sekarang ini perkampungan Beting dinilai jauh tertinggal dengan perkampungan lainnya.

Namun tidak bagi para pelukis Pontianak yang mengekspesikan keahlian mereka dalam seni lukis dan memberikan pesan moral bagi siapa saja yang melihat lukisan mereka di rumah warga. Pesan moral itu tentang adanya pengungkapan fakta bahwa perkampungan Beting mengalami kesenjangan sosial.

Selain itu, para pelukis juga memberikan pesan yang ingin disampaikan agar anak-anak Beting harus tetap sekolah demi masa depan yang baik di kemudian hari.

Memang diakui bahwa anak-anak kampung Beting masih banyak ditemukan yang putus sekolah karena masih adanya anggapan dikalangan mereka bahwa pendidikan yang tinggi tidak bisa merubah nasib mereka.

Lukisan yang terpampang itu memiliki pesan mengajak masyarakat di kampung Beting untuk mengatasi persoalan agar anak mereka kelak dapat terus sekolah dan ini merupakan tanggungjawab semua pihak.

Dengan berbagai kreasi dan seni lukis para seniman Pontianak, bisa jadi asumsi negatif tentang kampung  Beting di kalangan masyarakat bisa memudar karena Beting merupakan perkampungan yang sangat bersahabat dan menarik untuk dikunjungi, bahkan bisa menjadi perkampungan wisata di Kota Pontianak apabila didukung oleh semua kalangan termasuk pemerintah.

Monday, February 24, 2014

Perpustakaan Kalbar Buka Hingga Malam

Perpustakaan merupakan gudang ilmu bagi kalangan yang suka membaca atau alias ingin mendapatkan beragam informasi dan literatur, salah astu orangnya yaa seperti sayaa.. (hahahaaa..) sombong dikit bolehkan.

Hal yang sangat menggembirakan saat saya berkunjung ke perpusatakaan wilayah Kalbar yang beralamat jalan Sutoyo Pontianak samping rumah Betang. Ternyata ada kabar baik yakni pihak perpustakaan membuat kebijakan melayani masyarakat untuk menikmati dan sekaligus memanfaatkan buku-buka hingga malam hari sampai pukul 22.00 wib.

Kalau sebagian orang mungkin beranggapan kabar tersebut biasa saja, tapi kalau orang yang suka membaca seperti saya atau kalangan mahasiswa yang ingin membaca buku untuk menyelesaikan tugas atau skripsinya bisa sangat bermanfaat dan pastinya sebagai kabar menggembirakan.

Saat berdialog dengan kepala UPT Perpustakaan wilayah Kalbar, Untad mengungkapkan kebijakan membuka layanan hingga pukul 22.00 wib berdasarkan keinginan lebih untuk memberikan waktu yang banyak kepada masyarakat Kalbar khususnya yang berada di Pontianak dan sekitarnya karena dengan membaca secara otomatis membantu pemerintah mencerdaskan masyarakat.

Selain itu, perpusakaan wilayah Kalbar juga menambah fasilitas buku-buku baru dan bahkan yang sangat mahal harganya di pasaran guna membantu kalangan yang membutuhkan berbagai informasi yang bermanfaat sehingga tidak banyak biaya untuk membeli buku bacaan.

Memang disadari atau tidak, beberapa kalangan masyarakat kurang memanfaatkan fasilitas perpustakaan terbesar di provinsi kalbar ini karena kurangnya buku-buku bacaan dan promosi untuk mensukseskan gemar membaca, namun anggapan itu saat ini terasa kurang benar karena saat ini karena pihak perpustakaan terus berupaya pengadaan buku-buku menarik dan buku-buku baru.

Selain itu bagi kalangan pengunjung perpustakaan akan dimanjakan dengan fasilitas Wifi untuk koneksi internet dan belasan unit komputer yang bisa digunakan di lantai 2 sebagai wujud memudahkan kalangan pengunjung.

Dari dialog dengan kepala UPT Perpustakaan Kalbar, Untad juga terungkap bahwa saat ini perpustakaan minim mendapatkan alokasi dana dari pemerintah yakni alokasi APBD daerah. Walau pun merasa kecewa dengan alokasi anggaran yang kecil itu, namun pihak perpustakaan berupaya menggandeng beberapa pihak untuk membantu memberikan sumbangan buku agar masyaratakat Kalbar bisa mendapatkan pelayanan yang baik terkait visi misi perpustakaan mencerdaskan masyarakat.

Semoga saja bagi kalangan yang suka menulis yang telah menghasilkan buku atau memiliki buku bacaan bisa menyumbangankan ke perpustakaan terbesar di Kalbar ini kalau pun memang tidak memiliki dana untuk membantu pengadaan buku baru karena dengan semakin banyaknya masyarakat mengunjungi perpuskatakaan maka secara langsung kita membantu mencerdaskan masyarakat.


Thursday, February 13, 2014

Kesenjangan Kaya Miskin di Indonesia Semakin Tinggi

Kesenjangan antara kaya dan miskin di Indonesia hingga sekarang terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi padahal sesuai data dari berbagai sumber bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup mengagumkan.

Angka-Angka makro ekonomi itu bisa menyesatkan bila kita luput mengamati realitas yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Bahwa pada dasarnya pertumbuhan ekonomi itu belum sepenuhnya dinikmati seluruh masyarakat banyak. Bahkan data Statistik menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonimi yang tinggi itu baru dinikmati sebagian kecil masyarakat Indonesia yang diperkuat dengan perkembangan kesenjangan masyarakat semakin tinggi.

Ada beberapa langkah yang harus dilakukan yakni pemerintah ke depan harus lebih memperhatikan aspek pemerataan agar tujuan pembangunan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur bisa diwujudkan. Dalam 5 tahun belakangan, ekonomi Indonesia tumbuh dengan nilai rata-rata 6 persen per-tahun. Data itu menempatkan Indonesia tertinggi ke-2 di Asia setelah China.

Data bank dunia, pada tahun 2012 pendapatan domestik bruto (PDB) menurut harga berlaku sebesar USD 878 miliar atau sebesar USD 1,2 triliun. Dengan besaran ekonomi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara peringkat ke-16 terbesar di dunia atau terbesar ke-5 di Asia setelah China, Jepang, India dan Korea Selatan dan menempatkan Indonesia sebagai peringkat pertama pertumbuhan ekonomi di Asean.

Namun apabila dilihat dari data BPS, ternyata distribusi PDB masih sangat timpang. Menurut data tahun 2012 dari seluruh PDB di Indonesia sebanyak 57,6 persen dihasilkan di pulau Jawa, 23,7 persen disumbangkan oleh pulau Sumatra, sedangkan 9,8 persen disumbangkan oleh pulau Kalimantan dan pulau Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku dan Papua menyumbang sebesar 9 persen. Diketahui hampir 80 persen berada di pulau Jawa dan Sumatra.

Paradok dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi selama 10 tahun terakhir tingkat ketimpangan pendapatan di Indonesia cukup tinggi. Tercatat pada tahun 1999 ketimpangan berada pada tingkat moderat dengan jumlah 3,1 persen menjadi 4,2 pada tahun 2012.

Realitasnya, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi ternyata dinikmati oleh sebagian kecil rakyat Indonesia yakni sekitar 0,5 persen penduduk super kaya saja. Data Global Wealth yang dirilis pad atahun 2012, Indonesia memiliki 104 ribu orang terkaya. Diprediksi pada tahun 2017, jumlah tersebut akan mengalami peningkatan menjadi 201 ribu orang kaya.

Data tahun 2012, di Indonesia hanya ada 785 orang kaya dengan kekayaan diatas USD 30 juta, dimana sebanyak 25 orang memiliki kekayaan sebesar USD 2 miliar atau lebih dan 380 orang memiliki kekayaan diatas USD 49 juta. Total 405 orang super kaya di Indonesia itu menguasai kekayaan berjumlah USD 120 miliar.

Jadi meskipun ekonomi Indonesia mengalami peningkatan cukup tinggidengan jumlah orang kaya terus bertambah, namun distribusi pendapatan nasional jelas mengalami ketimpangan semakin lebar dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2012, kelompok 20 persen terkaya menikmati sekitar 41 persen pendapatan nasional. Diprediksi 10 tahun kemudian kelompok ini akan menguasi 50 persen pendapatan nasional. Kondisi ini akan berbanding terbalik dengan orang termiskin di Indonesia yang diprediksi akan mengalami penurunan untuk menikmati pendapatan nasional dan mengakibatkan kesenjangan ekonomi yang cukup jelas terutama pada masyarakat pedesaan, pedalam dan kepulauan..

 

Cover Buku Yasin

Tolong di cek design cover buku yasin nya okeee...
klu seandainya ada yang salah cepat diberi tau yaa..

Tuesday, January 28, 2014

Media Korban Politik Busuk

Indonesia kini mulai mengalami situasi politik busuk dan media pun menjadi korban sebagai alat politik busuk yang dilakukan oleh partai. Televisi sebagai media yang paling berpengaruh publik mulai bias karena berafiliasi dengan partai politik dan kalangan jurnalis media itu tidak memiliki beban dalam pemberitaan suatu peristiwa karena tidak berdaya menolak kepentingan pemilik modal. Bahkan selain itu banyak lagi yang mempengaruhi isi berita karena bos mereka adalah aktor politik.

Maka pogram berita dan dialog di televisi utamanya juga berlangsung transaksional seperti yang sering terjadi pada dunia politik tanah air. Televisi hanya piawai dalam melakukan peliputan, mengemas berita eksklusif atau acara dialog dengan melakukan kesepakatan pihak politik yang cenderung mencari bukti-bukti demi mendukung pendapat masing-masing dan mengabaikan bukti yang menyatakan sebaliknya.

Kebanyakan jurnalisnya memperoleh informasi dari pihak tertentu dan bukan berdasarkan investigasi sendiri dalam menggali kebenaran sesuai fakta dilapangan. Meski kita akui bahwa sekarang masyarakat mulai mengalami peningkatan jiwa kritis namun hal tersebut bukanlah nilai-nilai positif dan akan berdampak secara signifikan  pada dunia jurnalis secara umum.

Kalangan pakar mencermati bahwa  sejumlah media terutama televisi hanya berupaya demi tujuan politik jangka pendek mengarahkan perhatian publik terhadap sebuah masalah atau menggiring isu melalui isi program acara seperti berita. Hal lainnya yakni seperti pada tayangan iklan tokoh politik yang semakin gencar ditayangkan oleh berbagai televisi swasta apalagi mereka adalah pemilik modal atas televisi tersebut. Hal yang cukup miris yakni berbagai program acara kemanusiaan yang pada dasarnya adalah kampanye terselubung untuk menonjolkan para calon kandidat presiden.

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini acara dialog di televisi lebih sering mengundang kalangan politisi bukan mengundang pakar berkredibilitas. Pastilah mereka berupaya mencitrakan diri sebagai seorang negarawan atau super hero. Ketika media televisi tidak lagi berhati-hati dalam mengundang narasumber atau mungkin dengan niat sembunyi secara sengaja melakukannya, maka yang terjadi adalah media turut memikul dosa besar atas kekecauan atau lebih buruk lagi menciptakan suatu kondisi apa yang sering disebut sebagai reproduksi kebencian atau istilah lainnya pembodohan masyarakat.

Mendekati pesta demokrasi terakbar negara yakni pemilu yang akan berlangsung pada 9 April 2014 mendatang maka yang ditakuti adalah terjadinya kebohongan yang syarat dengan persaingan, kelicikan, tipu daya dan yang pastinya akan terjadinya saling menjatuhkan. Maka media di negara ini akan memikul dosa karena dianggap gagal dalam menjalankan tugas sebagai lembaga kontrol masyarakat dengan mengedepankan nilai-nilai etika, kecerdasan dan nilai persatuan bangsa. Oleh karena itu saat ini harus ada pihak yang berfikir dan berbuat agar media tidak tergelincir sebagai alat yang bertujuan sebagai kepentingan pemilik modal dan kepentingan para partai politik.

|Disadari atau tidak bahwa saat ini pemerintah dalam posisi yang lemah karena tidak bisa melakukan pelarangan media dalam memberitakan sesuatu karena jika dilakukan maka  Indonesia dianggap sebagai negara yang melanggar hak untuk berekspresi dan berpendapat atau lebih tren dikenal dengan istilah melanggar HAM. Sementara itu lembaga kepercayaan yakni KPI pun takut untuk melaksanakan tanggungjawabnya dalam merealisasikan aturan sesuai hukum yang berlaku.

Rakyat Indonesia saat ini berharap ada stasiun televisi yang berperan sungguh-sungguh dalam memberikan nilai edukasi atau pendidikan kepada mereka atas ketidak jelasan berita dan informasi yang diberitakan media terkait pemberitaan tentang dunia politik dan berbagai isu lainnya seperti keakuratan lembaga survei dalam melakukan jejak pendapat dan bukan berdasarkan kepentingan seseorang, kelompok atau partai tertentu yang pada dasarnya untuk mewujudkan pemenangan pemilu 2014.

Saat ini sadar atau tidak sadar hanya TVRI dan RRI lah yang diharapkan mampu mengemban tugas sebagai media kontrol serta sebagai media yang berkewajiban mencerdaskan bangsa karena saat ini media swasta telah menjadi momok menakutkan karena dengan sengaja mengotorkan tangannya dalam kancah pencitraan tokoh atau partai politik yang berlaga dalam pemilu 2014 mendatang.

Monday, January 27, 2014

Pemilu 2014 Diprediksi Angka Golput Meningkat

Beberapa kalangan menilai bahwa pelaksanaan pemilu 2014 yang berlangsung pada 9 April mendatang akan terjadi peningkatan angka golput dibandingkan pada pemilu sebelumnya. Ada beberapa hal para kalangan memprediksi angka golput tersebut mengalami peningkatan, salah satunya pengaruh dari para caleg yang diusung partai peserta pemilu 2014 terkait visi misi sebagai penggalangan simpatik masyarakat.

Sementara itu penilaian peran partai tidak berpengaruh secara besar dalam mendongkrak masyarakat untuk menyalurkan hak suara pada pemilu tahun ini karena faktor tersebut sangat tergantung dari peran para caleg yang dianggap tidak mampu untuk menjadi wakil pada lembaga legislatif.

Prediksi akan terjadinya peningkatan angka golput dari pendapat beberapa kalangan bisa diyakini menjadi hal yang nyata karena selama ini para caleg yang diusung partai perserta pemilu jauh dari harapan masyarakat dan terkesan hanya sebagai orang-orang pemilik modal saja dan orang-orang yang haus akan kekuasaan bahkan mereka pun terkesan sangat jauh sebagai orang-orang yang dianggap sebagai pemimpin yang mampu memperjuangkan persoalan masyarakat agar lebih baik.

Janji-janji dan harapan yang selalu disampaikan para caleg bisa menimbulkan dampak apatis masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya dalam pemilu mendatang karena belajar dari pengalaman pemilu sebelumnya para caleg hanya menginginkan dukungan pada saat menjelang pemilu dengan mengobral janji-janji tanpa bukti. Selain itu mereka terkesan tidak peduli setelah berhasil terpilih menjadi anggota dewan.

Penilaian masyarakat tidak lagi percaya pada para caleg dan beranggapan ingin golput yakni berdasarkan kiprah atau sepak terjang para anggota dewan selama menjabat yakni hanya ambisius dalam mengejar kedudukan dan melupakan fungsi serta tanggungjawab sebagai wakil dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Sangat ironis memang apabila mereka yang saat menjabat hanya menghalalkan segala cara demi satu tujuan mencari keuntungan dalam hal ini materi serta kepentingan partai mereka semata.

Wajar saja masyarakat menilai bahwa para anggota dewan bukanlah perwakilan rakyat tetapi perwakilan partai karena jelas mereka hanya memperjuangkan kepentingan partai dengan mengatasnamakan rakyat.

Wednesday, January 22, 2014

Sejarah Perang Pasifik dan Pendudukan Jepang di Borneo

Perang Pasifik merupakan sejarah yang menjadi catatan dunia dan berawal dari pendudukan Jepang di pulau Borneo atau pulau Kalimantan. Pada 8 desember 1941 pecah perang Pasif atau yang dikenal dengan nama "Perang Asia Timur Raya" setelah angkatan udara Jepang dibawah pimpinan Laksamana Nagaro melancarkan serangan mendadak kepangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbour, Hawai. Bersamaan dengan itu Angkatan Udara Jepang juga melancarkan serangan dan melakukan pengeboman atas Singapura, Pulau Wake, Pulau Midway, Pulau Guam, Manila, Hongkong dan Pualu Nauru. Akibat serangan itu Angkatan Laut AS di timur jauh lumpuh dan AS pun menyatakan perang terhadap Jepang.

Pernyataan perang juga diutarakan oleh Belanda yang merupakan salah satu negara sekutu AS. Pada 18 desember 1941 pukul 06.30 Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Jenderal Tjarda Van Starkenborgh Stachouwer melalui radio menyatakan perang terhadap Jepang. Pernyataan perang oleh Belanda pun membuat tentara Jepang bergerak secara cepat dan melakukan penggempuran di daerah-daerah selatan yang kaya akan minyak bumi untuk mendukung peperangan. Sasaran utama Jepang yakni Tarakan dibagian timur pulau Borneo (sekarang di Kaltim) yang merupakan daerah yang dikuasai oleh Belanda. Serangan itu mengakibatkan Belanda angkat kaki, namun sebelumnya Belanda dengan licik menghanguskan ladang dan depo minyak di daerah itu karena takut dimanfaatkan oleh Jepang.

Pada 11 januari 1942, Jepang berhasil mendarat di Tarakan dan keesokan harinya komandan Belanda di pulau Borneo ( Kalimantan ) menyerah kepada Jepang. Tanggal 24 januari 1942, Jepang berhasil menguasai kota Balikpapan yang merupakan daerah kedua penghasil minyak bumi. Sementara itu Kota Pontianak berhasil dikuasai tentara Jepang pada tanggal 29 januari 1942 secara resmi yang sebelumnya tentara Jepang berhasil melakukan serangan bom pada tanggal 19, 22 dan 27 desember 1941 yang mengakibatkan lumpuhnya kekuatan tentara Belanda di Kota Pontianak. Residen Borneo Barat dr.Van Der Zwaal dan Overste Vasqua beserta satu batalyon serdadu Belanda tidak mampu membendung serangan tentara Jepang yang saat itu sangat kuat dengan amibisi menguasai dunia khususnya negara-negara di Asia.

Tentara Jepang juga melakukan serangan ke Miri sebuah kota di pantai utara Sarawak Malaysia diketahui bahwa wilayah itu terdapat ladang minyak bumi yang saat itu dikuasai oleh keluarga Raja Brooke. Setelah berhasil menguasai Miri, tentara Jepang bergerak cepat menguasai kota Kuching Malaysia, pada waktu itu kota Kuching merupakan pusat pemerintahan kerajaan Brook yang dipanggil "Raja Putih". Keberhasilan menguasai kota Kuching, kemudian tentara Jepang memperkuat pasukan dengan melakukan pembangunan camp dan membangun tempat untuk tawanan perang termasuk para tawanan perang yang berasal dari Kalbar.

Jepang remsi menyatakan perang kepada Belanda terkait tanggapan yang dinyatakan pihak Belanda yang ditandai dengan keberhasilan tentara Jepang menghancurkan pasukan sekutu di Laut Jawa pada tanggal 1 januari 1942. Keberhasilan Jepang melumpuhkan  pasukan sekutu mengakibatkan Jepang dengan mudah menguasai daerah di pulau Jawa dan merebut kota Bandung. Saat itu Kota Bandung merupan basis kekuatan tentara Belanda. Pada waktu itu, kekuatan militer pasukan Belanda di Pulau Jawa diperkirakan sekitar 40.000 prajurit yang tergabung dalam 4 divisi.

Saat itu, pasukan Belanda, AS, Inggris dan Australia yang tergabung dalam pasukan sekutu mulai bergeser ke Jakarta akibat gempuran pasukan Jepang. Namun, komando pasukan sekutu itu bermarkas di Lampung dibawah komando Panglima Letnan Jenderal H.Ter Poorten.

Komandan Jepang, Jenderal Imamura pada tanggal 8 meret 1942 mengeluarkan ancaman kepada Belanda agar meninggalkan kota Bandung dan mengadakan perundingan, dalam ancamannya apabila Belanda masih bersikeras tidak memenuhi ancaman itu maka Jepang akan melakukan pengeboman secara besar. Ancaman Jepang itu memang bukan gertakan belaka yang ditandai dengan banyaknya pesawat pengebom Jepang mengitari kota Bandung dan siap melakukan perintah apabila Belanda masih tidak menuruti ancaman tersebut.

Pada tanggal 9 maret 1942 pukul 08.00 dalam siaran radio Bandung terdengar perintah Jendral Ter Poorten kepada pasukannya agar tidak melakukan kontak senjata atau berperang kepada tentara Jepang dan melakukan kapitulasi tanpa syarat.

Di Linggarjati pada tanggal 9 maret 1942, tercatat dalam sejarah bahwa peristiwa tersebut merupakan akhir kisah penjajahan Belanda di Indonesia. Setelah itu, Jepang menduduki atau berhasil merampas Indonesia sebagai negara baru jajahan hingga akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.