Pages

Sunday, January 17, 2021

Air Terjun Setegung Kabupaten Landak, Potensi Wisata Kalbar Mengagumkan

Air terjun Setegung, Kabupaten Landak Kalbar


Air terjun Setegung merupakan salah satu destinasi wisata andalan kalbar yang berada di desa mungguk, kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak karena memiliki keindahan yang sangat mengagumkan dan berada di daerah perbukitan dengan pemandangan yang menawan serta masih terlihat asri apalagi air terjun setegung ini memiliki tinggi sekitar belasan meter.

Bagi anda yang bingung mencari lokasi liburan bersama keluarga dan sahabat tidaklah salahnya menjadikan air terjun Setegung ini sebagai lokasi pilihan untuk liburan karena termasuk daerah yang mudah dijangkau dari pusat kota ngabang dan hanya ditempuh sekitar 20 hingga 30 menit saja.

Dalam perjalan menuju air terjun Setegung ini anda akan dihadapkan dengan hamparan pemandangan perbukitan yang menawan kendati ditemukan tanjakan dan turunan serta kelokan yang asik dan menarik apalagi bagi anda yang memang sebagai penghobby kendaraan bermotor atau sebagai biker yang pasti menambah tantangan, namun kewaspadaan mesti ditingkatkan karena jalannya relatif kurang lebar sehingga dibutuhkan kosentrasi tingkat tinggi.

Sedangkan masuk kelokasi akses jalannya memang relatif masih jelek karena belum beraspal dan jalan tanah, pada waktu hujan jalan kelokasi sangat buruk karena berlumpur, Namun anda jangan panik karena akses jalan jelek itu hanya sekitar 500 meter saja.

Apabila anda masuk kelokasi akan dibebankan biaya hanya sekitar 10 ribu rupiah dan termasuk biaya yang sangat murah itu pun untuk kebutuhan biaya kebersihan serta penjaga lokasi wisata yang bertugas sebagai upah lelah mereka.

Berdasarkan pantauan dilapangan beberapa kali penulis ke lokasi wisata air terjun Setegung memang para pengunjung mulai meningkat dari beberapa tahun terkahir padahal lokasi wisata ini dulunya hanya kalangan tertentu saja yang mengetahui dan berkunjung, namun seiring waktu lokasi ini sudah mulai terkenal.

Para petugas jaga mengungkapkan para pengunjung yang ramai kelokasi air terjun Setegung untuk menikmati liburan terjadi setiap hari libur dan sabtu minggu bahkan diantara mereka menginap dengan mendirikan tenda dilokasi dekat air terjun karena dinilai aman dari hantaman banjir.

Keberadaan potensi destinasi wisata air terjun Setegung ini hendaknya perlu campur tangan pemerintah untuk menunjang sarana dan prasarana yang dibutuhkan sebagai pelengkap daya tarik pengunjung. Diharapkan dengan semakin baiknya sarana yang ada dilokasi air terjun Setegung bisa meningkatkan para pengunjung datang karena akan berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat selain menambah pendapatan daerah.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus menggalakkan objek wisata diberbagai daerah di Indonesia yang diharapkan dapat menjadi daya tarik semakin ramainya turis dari berbagai negara berkunjung ke Indonesia karena potensi wisata Indonesia sangatlah indah.


Monday, October 17, 2016

Istana Keangkuhan

Matahari bersinar di timur sana dengan sinarnya yang sangat mempesona seiring dengan hembusan angin yang membelai dengan mesra...

Yaaaa.. Aku pun memantapkan langkah kaki ini menuju Istana keangkuhan dan penuh kemunafikan..
Rasa dan perasaaan berkecamuk didalam diri campur aduk seperti es campur yang terlihat indah menggugah selera karena warnanya yang centil menggoda...

Setiba di istana yang megah dan suram itu, aku pun terpana dengan pemandangan yang tidak asing aku rasakan.. sepi dan hening tanpa suara karena tak ada seorang pun yang ada selain diri ini ditemani oleh bayangan yang selalu mengekor tidak mau pisah...

Akhirnya aku pun terkapar dan masih berharap agar istana ini tidak sepi dari udara yang sehar agar kemunafikan segera pergi dikepala mereka yang selalu terlihat hebat dan berebut kenikmatan kekuasaan...

Dan... Ku lihat disana.. ternyata sang surya sudah mulai menyembunyikan dirinya...

Monday, October 3, 2016

Legenda Gua Sinturu Kabupaten Bengkayang

Gua Sinturu yang terletak di kabupaten Bengkayang merupakan salah satu peninggalan sejarah dan memiliki cerita legenda dari jaman dahulu kala yakni jaman penjajahan Belanda dan jaman Jepang, bahkan menurut cerita masyarakat memiliki cerita yang mengagumkan.

Gua Sinturu yang terletak di Kawasan Gunung Bawang ini merupakan bukti kekayaan yang terkenal di daerah dengan nama Bumi Sebaloh kabupaten Bengkayang dan hingga sekarang masih menjadi warisan budaya dan tetap terpelihara keasriannya oleh masyarakat dayak setempat karena di gua ini terdapat banyaknya emas sehingga dijadikan oleh Belanda dan Jepang pada jaman dahulu sebagai kawasan penambangan emas.

Asal nama gua sinturu juga berasal dari bahasa Jepang yang memiliki arti yakni nilai mata uang 2 negara, Sin berarti uang, Tu artinya dua bangsa yakni pernah dijajarah oleh belanda dan jepang dan Ru dalam bahasa dayak "Bakati" berarti ayo.

Cerita legenda masyarakat dayak setempat pernah tersiar kabar bahwa adanya harta karun yakni emas hasil penambangan pada jaman Jepang yang belum diangkut sebanayak 4 gerobak yang dipendam karena pada masa itu. Jepang kalah pada perang dunia ke II dan akhirnya menyerah kepada sekutu serta meninggalkan Kalbar. Tidak ingin dimiliki oleh orang lain, tentara Jepang memendam harta karun emas itu yang hingga kini keberadaannya masih misteri di kawasan gua tersebut.

Sebagai wujud melestarikan keberadaan gua Sinturu, aturan adat juga diberlakukan kepada masyarakat adat terkait penambangan secara manual sehingga tidak mengakibatkan terjadinya kerusakan alam di kawasan itu.

Selain melakukan penambangan secara manual, masyarakat penambang yang merupakan penduduk setempat juga dihimbau tidak melakukan pengolahan tambang di dalam gua, yakni harus diangkut ke desa untuk melakukan pengolahannya hal ini guna menghindari terjadinya pencemaran gua dan air yang merupakan sumber kehidupan masyarakat.

Hal yang sangat menarik sesuai kesepakatan dan aturan adat, para penambang menyisihkan pendapatan dari hasil tambang yakni untuk membangun rumah ibadah di dusun madi serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya sebagai wujud asas kebersamaan dan kekeluargaan.

Bagi anda yang penasaran tentang gua Sinturu, tidaklah salahnya menjadikan gua sinturu sebagai lokasi wisata legenda dan sejarah yang pastinya sangat mengagumkan apalagi gua yang memiliki nilai sejarah ini terletak dekat dengan pusat kota Bengkayang.

Tuesday, August 16, 2016

Surga Terpendam Di Kabupaten Bengkayang

Kabupaten Bengkayang dikenal sebagai surga terpendam karena banyaknya objek wisata yang sangat mengagumkan, baik objek wisata pulau, hutan dan gunung serta banyaknya objek wisata air terjun yang pastinya mengagumkan bagi siapa saja yang berkunjung ke daerah ini.

Beberapa objek wisata air terjun seperti di kawasan gunung bawang yang termasuk kawasan hutan lindung di desa Lumar, dusun Madi yang dikenal dengan nama air terjun Tapsah atau air terjun bidadari.

Air terjun tapsah ini memang sangat mengagumkan selain letaknya berada persis hampir di puncak gunung bawang juga memiliki 7 tingkat dan setiap tingkatnya memiliki beberapa tingkat yang pastinya sangat mempesona bagi siapa saja yang berkunjung ke kawasan air terjun bidadari ini.

Bagi anda yang ingin menikmati keindahan air terjun tapsah bisa ditempuh melalui dusun madi dan kemudian menempuh perjalanan selama 2 jam menuju riam batu timah, di lokasi ini kita bisa menikmati keindahan riam batu timah dan menikmati kejernihan serta menikmati segarnya air riam sambil bermain selongsorang, alangkah baiknya perjalanan dilanjutkan besok pagi menuju air terjun tapsah sambil menikmati suasana malam di riam batu timah dan kesempatan untuk mengabadikan momen indah bisa kita lakukan.

Dari batu timah, kita akan menempuh perjalanan selama 5 jam menuju air terjun tapsah, perjalanan ini memang relatif menantang karena medan yang terjal dan tanjakan yang mesti kita lalui, bahkan kita harus berhati-hati apalagi melewati sisi jurang terutama pada cuaca hujan karena licin dan sangat berbahaya.

Dalam perjalan menuju  air terjun tapsah, kita akan melewati air terjun makamuk yang tingginya hingga belasan meter. Di tempat ini kita bisa mengabadikan momen indah dengan latar belakang air terjun makamuk kemudian perjalanan dapat dilanjutkan menuju air terjun bidadari atau air terjun tapsah dengan jarak tempuh perjalan sekitar 1 jam.

Perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya terbayarkan jikala kita tiba di kawasan air terjun tapsah yang dikenal air terjun bidadari ini, keinginan untuk menikmati segarnya air ini serta merta rasanya tidak bisa ditunda lagi karena suara gemericik air dan jernihnya air ini sangat menggoda, apalagi momen itu tidak ketinggalan bakal kita abadikan.

Jangan heran, kawasan air terjun tapsah ini sangat alami dan bahkan terjaga pelestariannya karena masyarakatnya sangat peduli akan pelestarian alam dengan tidak menebang hutan dan didukung dengan hukum adat yang berlaku bagi masyarakat.

Bagi anda yang hobby dengan tantangan berjiwa petualang tidaklah mengherankan menjadikan kawasan air terjun tapsah menjadi lokasi wisata anda.



Thursday, December 3, 2015

Anggota Muda Makumpala Untan Berhasil Mencapai Puncak Gunung Kerinci

Anggota Muda Makumpala Untan hari rabu pagi, 2 Desember 2015 berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci Provinsi Jambi dalam kegiatan Ekspedisi Wajib yang beranggotakan 6 orang, 1 diantaranya srikandi Makumpala.

6 orang anggota muda Makumpala Untan itu yakni, Aqsa ( Ketua Tim ), Yunita, Hamid, Zika, Ziyat dan Tito yang didampingi 2 orang senior anggota lanjutan yakni Bob dan Singgih.

Kegiatan Pendakian gunung Kerinci ini merupakan rangkaian kegiatan  penelitian tentang masyarakat kaki gunung Kerinci termasuk budaya dan adat istiadat dalam hal turut melestarikan alam.

Setelah melakukan pendakian selama 2 hari, tim Ekspedisi yang merupakan anggota muda Makumpala ini berhasil mencapai puncak setelah sebelumnya melewati segala rintangan yang dilalui termasuk medan yang terjal dan bebatuan serta curam.

Namun, berkat semangat juang yang tinggi, tim ekspedisi berhasil mencapai puncak gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 Mdpl.

Suasana kebahagian pun  diungkapkan para anggota Tim dengan melakukan sujud syukur dan menggelar upacara serta mengibarkan bendera merah putih dan bendera kebesaran Makumpala Untan.

Setelah mencapai puncak dan usai kegiatan, tim akhirnya melakukan perjalanan turun gunung dan rencananya melakukan studi banding dan silaturahim ke berbagai organisasi pencinta alam termasuk Mapala di Provinsi Jambi. (Sumber Makumpala Untan)*



Friday, November 27, 2015

Situs Pemerintah Indonesia Korban Peretas

Situs atau web milik pemerintah Indonesia menjadi korban para peretas atau attacker karena lemahnya sistem pengaman sehingga bisa disusupi, bahkan upaya peretasan pada situs milik pemerintah itu dalam sehari mencapai 20 hingga 50 situs.

Aktivitas peretasan yang terjadi pada situs milik pemerintah Indonesia itu diungkapkan oleh Kepala lembaga Sandi negara, Mayjen TNI. Djoko Setiadi beberapa waktu lalu saat peluncuran OSD dan Peralatan Sandi karya Mandiri yang berbasis pada sejumlah pemanfaatan yang dilakukan instansi pemerintah.

Tidaklah mengherankan bahwa situs pemerintah menjadi korban para peretas yang hanya sekedar mencoba sistem keamanan IT situs atau untuk mencuri data yang ada.

Terkait hal ini, beberapa situs pemerintah memang dinilai lemah dan mudah saja untuk disusupi para peretas padahal biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan uang rakyat dengan jumlah yang tidak sedikit alias tidak masuk akal pengeluarannya.

Beberapa informasi terungkap bahwa biaya yang dikeluarkan dalam pembuatan situs hingga pemeliharaan keamannya saja bisa mencapai belasan hingga ratusan juta rupiah padahal angka tersebut tidaklah semestinya sehingga mengakibatkan kerugian besar negara yang berasal dari uang rakyat.

Selain itu, situs milik pemerintah hanya biasa saja dan terkesan sederhana sangat berbanding terbalik dengan biaya besar yang dikeluarkan. Tidaklah mengherankan situs pemerintah menjadi incaran para peretas untuk menguji sistem keamanan.

Thursday, March 26, 2015

Pesona Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang Kalbar

Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang memiliki keindahan wisata bawah air yang mengagumkan karena banyak aneka terumbu karang di daerah itu. Tidaklah mengherankan, pulau Lemukutan menjadi salah satu tempat favorit bagi kalangan penyelam yang ada di Kalbar.

Patut diakui bahwa pulau Lemukutan sangat terkenal bagi masyarakat kalbar karena pesona pulau yang indah dan banyaknya ditemukan terumbu karang aneka jenis serta beragam jenis ikan di pulau itu dan secara otomatis ramainya masyarakat Kalbar dari berbagai kabupaten kota menikmati liburan di pulau Lemukutan.

Jarak tempuh menuju pulau Lemukutan yang relatif dekat dari Kota Pontianak juga menjadi alasan masyarakat berlibur di pulau yang menyajikan pemandangan indah ini.

Bagi kalangan penyelam yang ada Kalbar seperti komunitas selam Inhasa Diving Club Pontianak menjadikan pulau Lemukutan sebagai lokasi sertifikasi bagi penyelam pemula dan belajar tentang ilmu terumbu karang karena kawasan pulau ini dinilai sangat tepat karena sebagai lokasi diving yang relatif aman dan memiliki aneka terumbu karang beraneka jenis.

Selain itu, spot selam di kawasan pulau Lemukutan juga relatif banyak dan setiap spot tentunya beragam pula terumbu karang yang ada karena dipengaruhi oleh temperatur air serta kedalaman di kawasan itu.

Dengan digelarnya sertifikasi selam yang berlangsung tinggal 19-22 maret 2015 yang digelar oleh Inhasa Diving Club diharapkan menumbuhkembangkan ketertarikan masyarakat akan dunia selam dan tentunya juga untuk mengkampanyekan pelestarian terumbu karang yang ada di Kalbar.

Data Nasional tercatat tahun 2014, penyelam Indonesia yang sudah sertifikasi sekitar 50 ribu orang dan angka ini jauh dibandingkan dengan negara thailand yang mencapai 250 ribu orang. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, Indonesia merupakan penduduk terbanyak ke-5 di dunia.

Bila dicermati dari angka itu maka perlu adanya gerakan nasional untuk merangsang para masyarakat kalbar agar dapat bersertifikasi selam karena Indonesia memiliki laut yang sangat luas dan banyaknya jenis terumbu karang. Bahkan organisasi pemerhati karang dunia mencatat bahwa di Indonesia memiliki 20 persen jenis terumbu karang yang ada di dunia.

Para senior selam Indonesia sangat menyayangkan bahwa beberapa kawasan diving di Indonesia saat ini sudah dikuasi asing, bahkan lebih ironisnya melarang para penyelam Indonesia yang tidak bersertifikasi lisensi selam sejenis mereka padahal kita berada di negara sendiri namun asinglah yang berkuasa.

Dengan permasalahan itu diharapkan agar kawasan pulau Lemukutan hendaknya dijaga dan mengantisipasi agar tidak dikuasai asing karena aneka terumbu karang dikawasan pulau Lemukutan sangat menarik. Hal yang sangat penting adalah bagaimana tetap menjaga kawasan pulau Lemukutan tetap asri menarik dan terumbu karangnya tetap baik serta menjaga kebersihan pulau dari sampah.

Peran pemerintah serta masyarakat juga menjadi penentu untuk terus mempromosikan pulau Lemukutan agar terus terkenal dengan menggelar kegiatan secara rutin di pulau itu karena tanpa promosi secara gencar mustahil pulau Lemukutan yang memiliki wisata bawah air yang mengagumkan ini dapat terkenal.