Pages

Showing posts with label Info petualang. Show all posts
Showing posts with label Info petualang. Show all posts

Monday, February 1, 2021

Danau Belibis, Eks lokasi Penambangan Emas Yang Mengagumkan

Danau Belibis berwarna biru


Danau Belibis terletak di jalan Trans kalimantan, tepatnya sebelum Simpang Ampar Tayan atau setelah Danau Daet yang masuk dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Sanggau.

Kawasan wisata Danau Belibis ini dikelola oleh masyarakat setempat dan merupakan eks area penambangan emas yang dilakukan masyarakat sehingga kawasan ini banyak ditemukan bekas penambangan yang ditandai gundungan pasir dan batu kerikil serta bisa ditemukan juga kolam-kolam ukuran kecil hingga besar dan ada yang telah berbentuk danau.

Upaya masyarakat setempat untuk menjadikan kawasan Danau Belibis memang terkesan sangat baik karena kawasan ini bekas penambangan emas bisa dialih fungsikan menjadi objek wisata yang mengagumkan.


Kracker Equator Supermoto Pontianak di Danau Belibis
Salah satu kawasan Danau Belibis yang sangat mengagumkan yakni adanya danau yang berwarna biru sehingga telihat sangat indah dan menjadi spot foto maupun video seperti beberapa kawasan penambangan emas di berbagai daerah di Indonesia.

Danau dengan air yang berwarna biru ini tentu saja menjadi pilihan utama para pengunjung Danau Belibis untuk mengabadikan momen yang ada karena terbilang jarang bisa ditemui karena kawasan ini menjadi danau atau kolam besar akibat dampak penambangan emas.

Bagi anda yang ingin mengabadikan dengan foto dan video tidak disarankan untuk mandi karena airnya masih disinyalir mengandung merkuri dan bisa berakibat vatal, bahkan airnya bisa membuat badan menjadi gatal-gatal.

Para pengunjung danau belibis ini seperti dari komunitas Kracker Equator Pontianak yang ingin menikmati keindahan Danau Belibis karena selain kawasan yang tidak terlalu jauh dari Kota Pontianak juga memiliki pemandangan yang sangat indah apalagi kawasan ini ada hamparan pasir putih serta danau yang berwarna biru.

Dengan biaya yang sangat murah, kita bisa menikmati keindagan danau Belibis serta menjadikan beberapa titik sebagai spot foto.

Kegembiraan teman-teman dari Kracker Equator Supermoto Pontianak juga terlihat antusias menikmati kawasan eks penambangan emas ini bahan sempat berkeliling kawasan dengan kendaraan supermotonya dan yang pastinya tidak ketinggalan juga mengabadikan momen-momen yang menarik.

Kantong Semar Danau Belibis
Bahkan di kawasan ini juga kita bisa temukan tumbuhan kantong semar karena beberapa daerahnya yang lembab sehingga kantong semar tumbuh subur.

Nah bagi anda yang ingin liburan bersama keluarga, kerabat dan sahabat tidaklah salahnya menjadikan kawasan Danau Belibis menjadi tujuan anda.

Sunday, January 17, 2021

Kayong Utara Surga Wisata Kalbar

pantai pulau Datok Kabupaten Kayong Utara, Kalbar



Kabupaten Kayong Utara merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Ketapang yang memiliki beragam potensi wisata karena terdapat pulau Karimata yang dikenal dengan "Raja Ampat Kalbar", serta potensi wisata lainnya seperti pantai Pulau Datok yang terletak di Sukadana dan Gunung Palong serta Bukit Unta.

Pantai Pulau Datok Kayong Utara yang sangat indah
Nah tidaklah salahnya dengan beragam potensi wisata yang mengagumkan, kabupaten Kayong Utara menjadi surganya wisata Kalbar karena potensi wisata laut, pantai dan gunung serta budaya dan wisata religius juga berada di daerah ini.

Apabila anda berkesempatan datang berkunjung ke kabupaten Kayong Utara atau menuju kabupaten Ketapang maka disarankan untuk singgah sejenak untuk menikmati pantai pulau Datok yang memiliki pemandangan yang sangat indah serta gugusan pulau yang ada didepannya.

Pantau pulau Datok merupakan salah satu objek wisata yang mudah anda kunjungi karena berada di pusat kota sehingga anda tidak kesulitan untuk menikmati liburan anda.

Untuk sekedar informasi bahwa para pengunjung yang akan menikmati keindahan objek wisata pulau Datok tidak dipungut biaya untuk hari-hari biasanya kecuali pada hari lebaran Idul Fitri dan tahun baru, itupun hanya dikenakan biaya sekitar 10 ribu rupiah.

keindahan pantai pulau Datok

Pemerintah kabupaten Kayong Utara terus melakukan pembenahan bagaimana pantai pantai Pulau Datok menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung dengan peningkatan sarana yang dibutuhkan selain membenahi infrastruktur jalan yang menghubungkan jalur darat dari Kota Pontianak melalui jalan Perawas serta jalan yang menghubungkan Kabupaten Ketapang dengan Kabupaten Kayong Utara.

Bupati Kayong Utara, Citra Duani mengungkapkan pihaknya berkomitmen semakin memperkenalkan objek wisata di daerahnya agar menjadi pusat kunjungan masyarakat kalbar serta para wisatawan dari luar kalbar termasuk turis asing, hal ini agar dapat meningkatkan pendapatan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena banyak potensi yang bisa digali sekaligus memperkenalkan oleh-oleh dan kuliner khas Kayong Utara.

Air Terjun Setegung Kabupaten Landak, Potensi Wisata Kalbar Mengagumkan

Air terjun Setegung, Kabupaten Landak Kalbar


Air terjun Setegung merupakan salah satu destinasi wisata andalan kalbar yang berada di desa mungguk, kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak karena memiliki keindahan yang sangat mengagumkan dan berada di daerah perbukitan dengan pemandangan yang menawan serta masih terlihat asri apalagi air terjun setegung ini memiliki tinggi sekitar belasan meter.

Bagi anda yang bingung mencari lokasi liburan bersama keluarga dan sahabat tidaklah salahnya menjadikan air terjun Setegung ini sebagai lokasi pilihan untuk liburan karena termasuk daerah yang mudah dijangkau dari pusat kota ngabang dan hanya ditempuh sekitar 20 hingga 30 menit saja.

Dalam perjalan menuju air terjun Setegung ini anda akan dihadapkan dengan hamparan pemandangan perbukitan yang menawan kendati ditemukan tanjakan dan turunan serta kelokan yang asik dan menarik apalagi bagi anda yang memang sebagai penghobby kendaraan bermotor atau sebagai biker yang pasti menambah tantangan, namun kewaspadaan mesti ditingkatkan karena jalannya relatif kurang lebar sehingga dibutuhkan kosentrasi tingkat tinggi.

Sedangkan masuk kelokasi akses jalannya memang relatif masih jelek karena belum beraspal dan jalan tanah, pada waktu hujan jalan kelokasi sangat buruk karena berlumpur, Namun anda jangan panik karena akses jalan jelek itu hanya sekitar 500 meter saja.

Apabila anda masuk kelokasi akan dibebankan biaya hanya sekitar 10 ribu rupiah dan termasuk biaya yang sangat murah itu pun untuk kebutuhan biaya kebersihan serta penjaga lokasi wisata yang bertugas sebagai upah lelah mereka.

Berdasarkan pantauan dilapangan beberapa kali penulis ke lokasi wisata air terjun Setegung memang para pengunjung mulai meningkat dari beberapa tahun terkahir padahal lokasi wisata ini dulunya hanya kalangan tertentu saja yang mengetahui dan berkunjung, namun seiring waktu lokasi ini sudah mulai terkenal.

Para petugas jaga mengungkapkan para pengunjung yang ramai kelokasi air terjun Setegung untuk menikmati liburan terjadi setiap hari libur dan sabtu minggu bahkan diantara mereka menginap dengan mendirikan tenda dilokasi dekat air terjun karena dinilai aman dari hantaman banjir.

Keberadaan potensi destinasi wisata air terjun Setegung ini hendaknya perlu campur tangan pemerintah untuk menunjang sarana dan prasarana yang dibutuhkan sebagai pelengkap daya tarik pengunjung. Diharapkan dengan semakin baiknya sarana yang ada dilokasi air terjun Setegung bisa meningkatkan para pengunjung datang karena akan berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat selain menambah pendapatan daerah.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus menggalakkan objek wisata diberbagai daerah di Indonesia yang diharapkan dapat menjadi daya tarik semakin ramainya turis dari berbagai negara berkunjung ke Indonesia karena potensi wisata Indonesia sangatlah indah.


Monday, October 3, 2016

Legenda Gua Sinturu Kabupaten Bengkayang

Gua Sinturu yang terletak di kabupaten Bengkayang merupakan salah satu peninggalan sejarah dan memiliki cerita legenda dari jaman dahulu kala yakni jaman penjajahan Belanda dan jaman Jepang, bahkan menurut cerita masyarakat memiliki cerita yang mengagumkan.

Gua Sinturu yang terletak di Kawasan Gunung Bawang ini merupakan bukti kekayaan yang terkenal di daerah dengan nama Bumi Sebaloh kabupaten Bengkayang dan hingga sekarang masih menjadi warisan budaya dan tetap terpelihara keasriannya oleh masyarakat dayak setempat karena di gua ini terdapat banyaknya emas sehingga dijadikan oleh Belanda dan Jepang pada jaman dahulu sebagai kawasan penambangan emas.

Asal nama gua sinturu juga berasal dari bahasa Jepang yang memiliki arti yakni nilai mata uang 2 negara, Sin berarti uang, Tu artinya dua bangsa yakni pernah dijajarah oleh belanda dan jepang dan Ru dalam bahasa dayak "Bakati" berarti ayo.

Cerita legenda masyarakat dayak setempat pernah tersiar kabar bahwa adanya harta karun yakni emas hasil penambangan pada jaman Jepang yang belum diangkut sebanayak 4 gerobak yang dipendam karena pada masa itu. Jepang kalah pada perang dunia ke II dan akhirnya menyerah kepada sekutu serta meninggalkan Kalbar. Tidak ingin dimiliki oleh orang lain, tentara Jepang memendam harta karun emas itu yang hingga kini keberadaannya masih misteri di kawasan gua tersebut.

Sebagai wujud melestarikan keberadaan gua Sinturu, aturan adat juga diberlakukan kepada masyarakat adat terkait penambangan secara manual sehingga tidak mengakibatkan terjadinya kerusakan alam di kawasan itu.

Selain melakukan penambangan secara manual, masyarakat penambang yang merupakan penduduk setempat juga dihimbau tidak melakukan pengolahan tambang di dalam gua, yakni harus diangkut ke desa untuk melakukan pengolahannya hal ini guna menghindari terjadinya pencemaran gua dan air yang merupakan sumber kehidupan masyarakat.

Hal yang sangat menarik sesuai kesepakatan dan aturan adat, para penambang menyisihkan pendapatan dari hasil tambang yakni untuk membangun rumah ibadah di dusun madi serta berbagai kebutuhan masyarakat lainnya sebagai wujud asas kebersamaan dan kekeluargaan.

Bagi anda yang penasaran tentang gua Sinturu, tidaklah salahnya menjadikan gua sinturu sebagai lokasi wisata legenda dan sejarah yang pastinya sangat mengagumkan apalagi gua yang memiliki nilai sejarah ini terletak dekat dengan pusat kota Bengkayang.

Thursday, December 3, 2015

Anggota Muda Makumpala Untan Berhasil Mencapai Puncak Gunung Kerinci

Anggota Muda Makumpala Untan hari rabu pagi, 2 Desember 2015 berhasil mencapai puncak Gunung Kerinci Provinsi Jambi dalam kegiatan Ekspedisi Wajib yang beranggotakan 6 orang, 1 diantaranya srikandi Makumpala.

6 orang anggota muda Makumpala Untan itu yakni, Aqsa ( Ketua Tim ), Yunita, Hamid, Zika, Ziyat dan Tito yang didampingi 2 orang senior anggota lanjutan yakni Bob dan Singgih.

Kegiatan Pendakian gunung Kerinci ini merupakan rangkaian kegiatan  penelitian tentang masyarakat kaki gunung Kerinci termasuk budaya dan adat istiadat dalam hal turut melestarikan alam.

Setelah melakukan pendakian selama 2 hari, tim Ekspedisi yang merupakan anggota muda Makumpala ini berhasil mencapai puncak setelah sebelumnya melewati segala rintangan yang dilalui termasuk medan yang terjal dan bebatuan serta curam.

Namun, berkat semangat juang yang tinggi, tim ekspedisi berhasil mencapai puncak gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 Mdpl.

Suasana kebahagian pun  diungkapkan para anggota Tim dengan melakukan sujud syukur dan menggelar upacara serta mengibarkan bendera merah putih dan bendera kebesaran Makumpala Untan.

Setelah mencapai puncak dan usai kegiatan, tim akhirnya melakukan perjalanan turun gunung dan rencananya melakukan studi banding dan silaturahim ke berbagai organisasi pencinta alam termasuk Mapala di Provinsi Jambi. (Sumber Makumpala Untan)*



Thursday, March 26, 2015

Pesona Pulau Lemukutan, Kabupaten Bengkayang Kalbar

Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang memiliki keindahan wisata bawah air yang mengagumkan karena banyak aneka terumbu karang di daerah itu. Tidaklah mengherankan, pulau Lemukutan menjadi salah satu tempat favorit bagi kalangan penyelam yang ada di Kalbar.

Patut diakui bahwa pulau Lemukutan sangat terkenal bagi masyarakat kalbar karena pesona pulau yang indah dan banyaknya ditemukan terumbu karang aneka jenis serta beragam jenis ikan di pulau itu dan secara otomatis ramainya masyarakat Kalbar dari berbagai kabupaten kota menikmati liburan di pulau Lemukutan.

Jarak tempuh menuju pulau Lemukutan yang relatif dekat dari Kota Pontianak juga menjadi alasan masyarakat berlibur di pulau yang menyajikan pemandangan indah ini.

Bagi kalangan penyelam yang ada Kalbar seperti komunitas selam Inhasa Diving Club Pontianak menjadikan pulau Lemukutan sebagai lokasi sertifikasi bagi penyelam pemula dan belajar tentang ilmu terumbu karang karena kawasan pulau ini dinilai sangat tepat karena sebagai lokasi diving yang relatif aman dan memiliki aneka terumbu karang beraneka jenis.

Selain itu, spot selam di kawasan pulau Lemukutan juga relatif banyak dan setiap spot tentunya beragam pula terumbu karang yang ada karena dipengaruhi oleh temperatur air serta kedalaman di kawasan itu.

Dengan digelarnya sertifikasi selam yang berlangsung tinggal 19-22 maret 2015 yang digelar oleh Inhasa Diving Club diharapkan menumbuhkembangkan ketertarikan masyarakat akan dunia selam dan tentunya juga untuk mengkampanyekan pelestarian terumbu karang yang ada di Kalbar.

Data Nasional tercatat tahun 2014, penyelam Indonesia yang sudah sertifikasi sekitar 50 ribu orang dan angka ini jauh dibandingkan dengan negara thailand yang mencapai 250 ribu orang. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, Indonesia merupakan penduduk terbanyak ke-5 di dunia.

Bila dicermati dari angka itu maka perlu adanya gerakan nasional untuk merangsang para masyarakat kalbar agar dapat bersertifikasi selam karena Indonesia memiliki laut yang sangat luas dan banyaknya jenis terumbu karang. Bahkan organisasi pemerhati karang dunia mencatat bahwa di Indonesia memiliki 20 persen jenis terumbu karang yang ada di dunia.

Para senior selam Indonesia sangat menyayangkan bahwa beberapa kawasan diving di Indonesia saat ini sudah dikuasi asing, bahkan lebih ironisnya melarang para penyelam Indonesia yang tidak bersertifikasi lisensi selam sejenis mereka padahal kita berada di negara sendiri namun asinglah yang berkuasa.

Dengan permasalahan itu diharapkan agar kawasan pulau Lemukutan hendaknya dijaga dan mengantisipasi agar tidak dikuasai asing karena aneka terumbu karang dikawasan pulau Lemukutan sangat menarik. Hal yang sangat penting adalah bagaimana tetap menjaga kawasan pulau Lemukutan tetap asri menarik dan terumbu karangnya tetap baik serta menjaga kebersihan pulau dari sampah.

Peran pemerintah serta masyarakat juga menjadi penentu untuk terus mempromosikan pulau Lemukutan agar terus terkenal dengan menggelar kegiatan secara rutin di pulau itu karena tanpa promosi secara gencar mustahil pulau Lemukutan yang memiliki wisata bawah air yang mengagumkan ini dapat terkenal.

Tuesday, December 3, 2013

Sejarah Pendakian Gunung

Pendakian gunung bukanlah olahraga bisa, setidaknya para pendaki gunung haruslah memiliki mental yang cukup, memiliki keterampilan, kecerdasan, kekuatan dan daya juang yang tinggi. Hal ini karena tantangan yang dihadapi mempunyai kualitas tersendiri.

Pada Hakikatnya bahaya dan tantangan tersebut adalah untuk menguji kemampuan diri sendiri dalam sekutu dengan alam yang keras. keberhasilan suatu pendakian berarti keunggulan rasa takut dan kemenangan terhadap perjuangan melawan diri sendiri.

Sejak dua abad lalu kegiatan pendaki gunung mulai dikenal dan digemari oleh manusia. Dimulai sejak manusia harus melintasi bukit-bukit atau pegunungan, baik semasa peperangan ataupun ketika melakukan tuntutan kehidupan seperti yang dilakukan Hanibal, Panglima kerajaan Kartogo atas pendakian pegunungan Alpen yang bersejarah. Atau petualangan yang dilakukan Jangis Khan yang melintasi pegunungan Karakoram dan Kaukasus untuk menuju Asia Tengah.

Dalam bentuknya sekarang ini pendakian yang gemilang untuk pertama kalinya terjadi pada tahun 1786 ketika Paccard dan pemandu Balmant berhasil mencapai puncak Mount Blanc (4807 Mpdl) yang bertujuan untuk melakukan pengamatan ilmiah.

Babak berikutnya, puncak-puncak Alpen mulai dijajaki oleh penggemar olahraga pendaki gunung dan semakin populer setelah Sir Alfred Willis beserta kawan-kawannya pada tahun 1854 berhasil mencapai puncak Watterhorn (3708 Mpdl). Pendakian itu merupakan sejarah emas Alpinisme dan awal terbentuknya perkumpulan pendakian gunung tertua di dunia British Alpine Club tahun 1857.

Kemudian sejarah kembali terjadi saat Edward Whymper yakni seorang pelukis Inggris memimpin pendakian ke Matterhorn (4478 Mpdl) pada tahun 1865. Pendakian tersebut untuk membuat lukisan pegunungan Alpen, tetapi tragis ketika mereka turun setelah keberhasilannya, tali pengaman putus dan mengakibatkan 4 orang tewas dari 7 anggota pendakian. Setelah pendakian tragis itu, mulailah para pendaki melakukan pendakian ke puncak gunung tertinggi lainnya.

Pada tahun 1950 sekelompok pendaki gunung Prancis berhasil mencapai pegunungan Himalaya yakni puncak Annapurna I (8078 Mpdl). Prestasi pendakian ini pun akhirnya mendorong Kolonel John Hunt untuk memimpin ekspedisi mencapai Mount Everest (8848 Mpdl). Puncak tertinggi di dunia yang ditemukan oleh Sir Andrew Vaugh (mengambil nama Everest untuk menghormati gurunya Sir George Everest).

Setelah beberapa kali pendakian mengalami kegagalan akhirnya pencapaian puncak Everest berhasil diraih oleh Edmund Hillary dari Selandia Baru dengan bendera Inggris, Nepal dan PBB bersama seorang pendaki dari Nepal Tanzing Norgay pada tanggal 29 Mei 1953.

Di Indonesia, pada tahun 1909-1911 suatu ekspedisi persatuan ahli-ahli burung dari Inggris menembus rimba Irian dari arah selatan menembus gunung salju Jayawijaya. Setelah melakukan kegiatan selama 16 bulan, kegiatan tersebut gagal.

Ekspedisi Van Der Pie pada tahun berikutnya mengambil arah dari sebelah timur dan juga mengalami kegagalan menaklukkan puncak Jayawijaya. Tahun 1912, Dr.Walton melakukan pendakian dengan jalur utara melalui lembah Itikwa dan hanya mencapai ketinggian 3000 meter tidak mencapai puncak Cartenz Pyramide. Ekspedisi berikutnya lebih berhasil yang dilakukan Dr.A.H.Colijin yang mencapai puncak NggaPulu (4862 Mpdl) di dinding utara gletser es puncak Jaya pada tahun 1936.

Pendakian tersebut tentu saja menjadi sejarah baru bagi pendakian di Indonesia. Tetapi lama setelah itu, ekspedisi dari Ekspedisi dari Selandia Baru dibawah pimpinan Hendrich Harreu pada tahun 1962 berhasil mencapai puncak bersalju Cartenz Pyramide (4884 Mpdl).

Tanggal 1 Maret 1964, Sugirin, Soedarto dan Fred Athaboe bersama Tazuke dan kawan-kawan dari Jepang yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih berhasil mencapai puncak NggaPulu yang kemudian diberi nama Puncak Soekarno di pegunungan tengah Jayawijaya.

Masih di tahun yang sama pada bulan Mei 1964, Wanadri di Bandung diresmikan sebagai perkumpulan penempuh rimba dan pendaki gunung dan berdiri pula  Mapala UI pada penghujung tahun yang sama. Seiring dengan perkembangan yang ada berdiri pula perkumpulan pendaki gunung dan Mapala dari berbagai universitas dan fakultas yang ada di Indonesia seperti berdirinya Makumpala Untan pada tahun 1971 di Kalbar.

Info lain:

Anggota Muda Makumpala Untan Berhasil Mendaki Gunung Rinjani

 Seven Summit Expedition Indonesia Menuju Everest

 Pendakian Bersama Momen Tahun Baru 2012 Sukses



     

Wednesday, July 24, 2013

Pendakian Ke Merapi Sementara Ditutup

Gunung merapi merupakan salah satu gunung yang menjadi tempat untuk melakukan pendakian, namun sangat disayangkan untuk sementara jalur pendakian ke gunung merapi sementara ditutup.

Berdasarkan pengamatan dari Pos Pemantau Babadan, Kecamatan Dukun, Kapaten Magelang
diketahui gunung merapi kembali mengeluarkan asap solfatara Selasa (23/7/2013) sore dengan ketinggian mencapai 50 meter.

Selain mengeluarkan asap solfatara, terdengar suara dentuman yang cukup menggelegar yang berasal dari dalam perut gunung Merapi.

Saat ini gunung Merapi masih berstatus aktif normal dan warga sekitar dilereng gunung untuk tidak panik namun selalu waspada.

Sementara itu untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, jalur pendakian menuju puncak gunung Merapi hingga sekarang ditutup dan pendakian hanya diperkenankan sampai Pasar Bubar atau Pasar Bubrah.

Info lain:

Para Pendaki Dilarang Mendaki Gunung Kerinci

Anggota Muda Makumpala Untan Berhasil Mendaki Gunung Rinjani

Seven Summit Expedition Indonesia Menuju Everest

Pendakian Bersama Momen Tahun Baru 2012 Sukses

 

 


Saturday, May 18, 2013

Anggota Muda Makumpala Untan Berhasil Mendaki Gunung Rinjani


8 orang anggota Muda Makumpala Untan dan seorang pendamping yakni, Rea Januardi (ketua Tim), Jhon Agustedi Singgih, Noval,Seri Apriyani natasya, Arga Sianturi, Fredy pasaribu, Fahrian Nurfiansyah, Gustian Ardi Sudradjat, Marsianus (pendamping) berhasil melakukan pendakian gunung ke-dua berapi tertinggi di Indonesia yakni gunung Rinjani, Lombok NTB yang memiliki ketinggian 3726 Mpdl.

Tim Anggota Muda Makumpala Untan ini melakukan pendakian selama 6 hari melalui jalur sembalun dan tiba di puncak gunung Rinjani pada tanggal 15 Mei 2013. Sedangkan jalur turun melawati jalur senaru.

Pendakian ini memang terasa sulit dan cukup menguras fisik karena tim harus bisa beradaptasi dengan cuaca yang cukup dingin dan hebusan angin yang kadang-kadang kencang karena kawasan gunung rinjani ini merupakan kawasan gunung berapi yang masih aktif.

Setelah berjuang dan bermodalkan kegigihan serta kekompakan tim akhirnya berhasil mencapai puncak dan mengibarkan bendera Merah Putih dan Bendera Makumpala Untan.

Setelah tiba di puncak, tim menggelar upacara yang merupakan tradisi Makumpala sebagai wujud syukur atas keberhasilan pendakian dan mohon diberikan keselamatan hingga kegiatan selesai dan tim tiba di Pontianak.

Hingga kini tim pendakian masih melakukan studi banding di beberapa mapala yang ada di NTB terkait perkembangan organisasi dan perkembangan ilmu pencinta alam yang terus mengalami perkembangan yang begitu pesat agar anggota muda Makumpala mengetahui perkembangan Mapala lainnya sehingga dapat dijadikan contoh guna memanjukan organisasi.

Diharapkan dengan suksesnya pendakian gunung Rinjani yang dilakukan Anggota Muda Makumpala ini dapat memajukan organisasi Makumpala lebih baik dikemudian hari. Makumpala Bravo..!!!!

Info terkait:
Anggota Muda Makumpala Untan Mendaki Gunung Rinjani
Pendakian Bersama Momen Tahun Baru 2012 Sukses
Makumpala Blog Design Competition 2011






Thursday, May 16, 2013

Club Inhasa Berupaya Promosikan Wisata Bawah Air Kalbar


Club selam yang tergabung dalam Inhasa Pontianak terus berupaya melakukan promosi kepada masyarakat luas khususnya di Kalbar dan Indonesia tentang potensi wisata bawah air yang banyak di Kalbar seperti halnya di kawasan pulau yang berada di Kecamatan Sungai Raya Kepuluan, Kabupaten Bengkayang yakni Kawasan Pulau Penata Besar, Randayan, Kabung, Lemukutan dan pulau yang cukup menarik di pulau karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Salah satu upaya yang dilakukan para penyelam yang tergabung dalam club selam Inhasa ini yakni dengan melakukan penelitian titik-titik atau lokasi yang menarik kawasan wisata bawah air termasuk terumbu karang serta jenis ikan yang mengagumkan yang kegiatan itu berlangsung pada tanggal 11 hingga 12 mei 2013.

Belasan penyelam Inhasa ini mendokumentasikan keindahan wisata bawah air di kawasan pulau Penata Besar baik secara foto maupun media visual yang kemudian akan dipublikasikan melalui media massa yang ada di Kalbar.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari itu memang terasa singkat, namun sangat bermanfaat dalam mempublikasikannya kepada masyarakat luas betapa indahnya pulau-pulau yang ada di Kalbar termasuk pulau Penata Besar yang merupakan lokasi kegiatan kali ini, bahkan lokasi wisata bawah air ini tidak kalah menarik dengan kawasan wisata bawah air yang banyak di Indonesia.

Persolannya yakni masih kurangnya publikasi yang dilakukan pemerintah terkait dalam hal mempromosikan kepada masyarakat luas sehingga masih banyaknya masyarakat yang kurang mengetahui akan maha karya keindahan wisata bawah air pulau-pulau di Kalbar.

Selain melakukan penelitian lokasi-lokasi strategis wisata bawah air yang cukup mengagumkan di kawasan pulau Penata besar, tim penyelam yang tergabung dalam Inhasa Pontianak juga akan berupaya melestarikan terumbu karang di kawasan itu agar kelestariannya tetap terjaga sehingga selalu dikunjungi masyarakat luas agar masyarakat di pulau tersebut merasakan dampak secara ekonomi untuk kesejahteraan mereka.

Selain turut mempromosikan objek wisata bawah air yang ada di kalbar, para penyelam yang tergabung dalam Inhasa ini berupaya mengajak generasi muda agar tertarik dengan dunia selam dan untuk meluruskan anggapan keliru bahwa hoby dan olahraga selam tidaklah mahal seperti yang mereka kira sebelumnya dan bukan sebagai ajang gagah-gagahan tetapi lebih kepada mengagumi dan melestarikan karya Maha Pencipta.

Info Terkait :
Olahraga Selam Di Kalbar Mulai Diminati
Kalbar Kaya Potensi Wisata Bawah Air
Anggota Muda Makumpala Untan Mendaki Gunung Rinjani

Thursday, May 9, 2013

Anggota Muda Makumpala Untan Mendaki Gunung Rinjani


Sebanyak 8 orang anggota muda dan seorang pendamping dari anggota senior makumpala untan pontianak akan melakukan pendakian gunung Rinjani Pulau Lombok, NTB yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3726 Mpdl.

Pendakian ini merupakan pendakian wajib bagi anggota muda dalam meningkatkan keterampilannya sebagai anggota pecinta alam.

Letak geografis Gunung Rinjani memang tergolong ekstrim yang berada pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT dan merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia dan dunia karena keindahan pemandangannya. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur merupakan gunung yang strategis menjadi tujuan pendakian.


Tim pendakian mulai berangkat dari pontianak menuju Lombok pada tanggal 7 mei 2013 transit di surabaya kemudian perjalanan dilanjutkan dengan bus.

Saat ini tim pendakian gunung rinjani oleh anggota muda makumpala sedang dalam perjalanan menuju lombok, NTB.

Diharapkan perjalanan tersebut tanpa halangan agar bisa melakukan pendakian sesuai waktu ditargetkan.

Selain melakukan pendakian gunung rinjani, tim anggota muda makumpala untan ini juga rencananya akan melakukan studi banding dengan mapala yang ada di lombok terkait disiplin ilmu kepecintaalaman dan managaman organisasi yang terus mengalami perkembangan.


Info terkait:
Olahraga Selam Di Kalbar Mulai Diminati
Pendakian Bersama Momen Tahun Baru 2012 Sukses
Seven Summit Expedition Indonesia Menuju Everest

Friday, April 12, 2013

Olahraga Selam Di Kalbar Mulai Diminati


Olahraga selam atau dikenal dengan istilah "diving" mulai dikenal dan menjadi olahraga yang mulai digemari masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, para remaja, pelajar hingga kalangan mahasiswa di Indonesia dan khususnya di kalbar.

Tidaklah mengherankan olahraga selam yang merupakan salah satu olahraga adu keberanian ini menjadi pilihan karena beberapa lokasi untuk kegiatan cukup mendukung seperti di kawasan gugusan pulau di kecamatan sungai raya kepulauan, kabupaten Bengkayang. lokasi itu seperti di pulau Randayan, pulau Lumukutan, pulau Penata Besar dan pulau Kabung yang menyajikan keindahan wisata bawah air.

Selain itu, lokasi selam lainnya yang tentu saja sangat indah itu yakni berada di pulau karimata, Kabupaten Kayong Utara dan lokasi ini merupakan lokasi yang sering menjadi penelitian para penyelam Internasiol karena karang atau oral di lokasi itu sangat indah dan tentu saja berbeda dengan daerah lain.

Bagi para pemula untuk mendapatkan keterampilan menyelam bisa berlatih di club selam INHASA yang beralamat jalan Putri Chandramidi atau Podomoro, Pontianak. Club selam ini dikomandani oleh penyelam senior Kalbar, Sigit yang merupakan salah satu anggota Pencinta Alam tertua di Indonesia (WANADRI).

Club selam INHASA ini berupaya merangkul kalangan muda khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa guna turut serta dalam mempromosikan serta untuk menjaga kelestarian dan kekayaan alam wisata bawah air di Kalbar.

Pelatihan selam itu antara lain dengan memberikan keterampilan pengenalan dan penggunaan peralatan selam serta hal-hal yang harus dimiliki para penyelam agar bisa melakukan penyelaman sesuai standar yang ada.

Bagi anda yang penasaran dan ingin menikmati keindahan wisata bawah air, tidaklah salahnya mengikuti kegiatan pelatihan selam karena dengan memiliki keterampilan itu maka diyakini bisa menikmati keindahan wisata bawah air di Kalbar dan turut mempromosikan ke masyarakat umum betapa menariknya wisata bawah air yang ada di Bumi Khatulistiwa ini.

Foto dok INHASA

Link terkait :
Kalbar Kaya Potensi Wisata Bawah Air
FPTI Kalbar Berupaya Tingkatkan Prestasi Atlet Panjat Tebing Kalbar

Saturday, March 31, 2012

Seven Summit Expedition Indonesia Menuju Everest


Beijing.Tim Ekspedisi tujuh puncak benua atau Seven Summits Ekspedition akan segera menuju puncak Everest pada medio April 2012.

Puncak gunung Everest merupakan puncak terakhir dengan ketinggian mencapai 8.850 meter yang akan ditaklukkan oleh tim Seven Summit Ekspedition dari Wanadri Indonesia itu beranggotakan 5 orang.

Sebelumnya tim tersebut telah berhasil mendaki enam puncak tertinggi di dunia yakni, ndugu-ndugu (puncak gunung Cartensz) di Ocenia Australia, Kalimanjaro Afrika, Elbrus Eropa, Vinson Massif Antartika, Denali Mcklinley di Afrika Utara dan Aconcagua di Amerika Selatan.

Diperkirakan Tim pendakian dari Kelompok Pencinta Alam tertua di Indonesia itu akan tiba di China pada April mendatang untuk menuju puncak Everest.

Rencananya pendakian itu akan menggunakan dua jalur pendakian yakni jalur utara melalui China Tibet dan jalur selatan yang melewati Negara Nepal.

Keberangkatan tim yang semula dijadwalkan akan diberangkatkan pada 29 Maret terpaksa ditunda karena adanya perubahan jadwal.

Kelima Pendaki yang akan menancapkan Bendera Merah Putih itu di puncak Everest adalah Ardeshir Yaftebbi, Martin Ribawan, Fajri Al Luthfi, Nurhuda dan Iwan Irawan.

Semoga para generasi muda indonesia yang akan melakukan ekspedisi di puncak tertinggi dunia itu akan berhasil mengharumkan nama Indonesia dan membuat sejarah dunia di tahun 2012 sehingga Indonesia semakin terkenal.

Monday, January 9, 2012

Cara Mempacking Carrier Dalam Ekspedisi


Seorang anggota pencinta alam atau orang yang akan melakukan perjalan mengembara melewati hutan rimba maka memerlukan tas yang cukup besar atau carrier untuk membawa barang yang dibutuhkan dalam perjalanannya.

Tidaklah mengherankan banyak yang masih meremehkan cara mempacking atau cara menyimpan barang bawaannya itu kedalam carrier sehingga sering kali merasa kesulitan dalam perjalanan karena beban yang menumpuk dibagian bawah dan mengakibatkan saat membawa carrier itu tenaga cepat terkuras alias capek.

Saya akan memberikan trik agar persoalan itu dapat anda atasi dan perjalanan anda tidak terbebani dengan kondisi carrier yang salah penempatan barang bawaan itu.


Sebelum mempacking barang bawaan anda, terlebih dahulu lipatlah barang seperti pakaian dan celana anda secara rapi dan digulung agar media untuk dipergunakan dapat menampung barang bawaan anda semua.

Selanjutnya, pisahkan barang yang bebannya berat dan ringan karena ini menjadi faktor penentu dalam membawa carrier anda nantinya.

Setelah pemisahan barang bawaan anda telah dilakukan maka selanjutnya anda bisa menggabungkan makanan ringan seperti roti dan apabila ada rokok maka simpanlah pada bagian yang mudah dijangkau seperti dibagian kantong carrier anda yang biasanya berada disamping atau dibagian atas.

Selanjutnya anda data barang bawaan anda sebelum proses packing dilakukan agar anda mengetahui apakah ada barang bawaan yang diperlukan dalam perjalanan sudah tersedia atau masih ada yang tertinggal alias kelupaan.

Pada proses packing atau penyusunan barang hendaknya anda memasukkan terlebih dahulu barang-barang yang ringan dan tidak rentan benturan dibagian bawah seperti baju yang telah dilipat rapi tadi, namun sebelumnya barang-barang itu ada siapkan plastik agar tidak basah saat anda kehujanan dalam perjalanan.

Selanjutnya, anda susun dengan celana panjang atau kain yang akan anda bawa, barulah kemudian anda susun barang-barang yang terasa berat seperti beras atau makanan kaleng dibagian atas carrier.

Proses selanjutnya simpan perlengkapan makanan seperti piring atau gelas dikantong tas yang masih tersedia, apabila tidak mencukupi simpan dibagian atas.

Apabila anda membawa matras maka pergunakan matras itu di dalam carrier anda agar terlihat rapi dan berbentuk bulat.

Terkadang anda membawa parang atau pisau dalam perjalanan, maka simpanlah dibagian cela-cela matras, selain rapi senjata tajam itu diyakini tidak melukai anda dan sebaiknya bungkus dengan kertas.

Setiap perjalanan yang akan dilakukan terkadang anda ingin mengabadikan momen langka selama perjalan itu dengan membawa kamera, maka saran saya sebaiknya kamera itu disimpan dalam tas yang berbeda karena kamera beresiko rusak apabila terkena benturan dan bungkuslah dengan plastik guna terhindar dari air karena bisa saja dalam perjalanan anda diguyur hujan.

Nah dengan anda mengetahui cara menyusun barang bawaan anda secara benar maka dipastikan dalam perjalanan anda seperti melakukan ekspedisi tidak menimbulkan masalah.

Selamat melakukan perjalanan dan semoga sukses. Salam Lestari alam....

Berita Terkait:
Pentingkah Ilmu Suvival Bagi Petualang
Kisah Tragis Pendaki Memotong Tangannya Sendiri Saat Petualangannya

Friday, January 6, 2012

Catatan Pendakian Bersama Gunung Bawang 2012


Beragam cara dilakukan para generasi muda sekarang untuk mengekspresikan hobby atau kegemaran mereka ke arah yang lebih positif dan bermanfaat, salah satunya dengan melakukan pendakian gunung seperti para anggota Makumpala Untan bersama para wartawan yang melakukan pendakian bersama momen tahun baru di puncak Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang Kalbar.

Pendakian bersama perdana antara wartawan dan anggota Makumpala Untan ini berlangsung tanggal 30 Desember 2011 hingga 2 januari 2012 dengan melibatkan 7 orang, 1 orang diantaranya wanita.


Rasa rindu akan menikmati keindahan alam merupakan semangat para tim untuk mengsukseskan ekspedisi bersama ini, sebelum pendakian para tim menggunakan kendaraan bermotor dari kota Pontianak menuju Desa Madi, Kabupaten Bengkayang.
Dalam perjalanan itu tim sempat mengalami hambatan karena kendaraan bermotor yang dipergunakan dalam perjalanan oleh salah seorang tim pendakian itu rantai motornya putus sehingga mengakibatkan waktu perjalanan menjadi terganggu.

Setelah hampir 6 jam lebih, sekitar pukul 05.00 wib tim akhirnya sampai juga di Dusun Madi, Desa Lumar, Kabupaten Bengkayang yang merupakan kampung terakhir kaki Gunung Bawang.

Setelah merasa puas istirahat di rumah Pak Herman, Tim akhirnya melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju selter pertama di simpang sirih dan makan siang bersama.

Strategi pendakian pun dikoordinasikan sesama tim, dari keputusan itu ditetapkan tim harus sampai di selter makamuk dan kesesokkan paginya pendakian dilanjutkan menuju puncak gunung bawang.

Berbagai perasaan pada waktu itu saat melakukan pendakian karena tim tidak mempersiapkan fisik secara maksimal atau dengan kata lain tidak dibekali sebelumnya dengan latihan fisik dan wajarlah pendakian itu terkesan sangat melelahkan karena medan atau rute yang dilewati sangat menguras tenaga alias menanjak tanpa henti.

Waktu yang ditargetkan dalam pendakian itu pun jauh meleset karena beberapa kendala yang terjadi sehigga sampai pada selter terakhir hingga larut malam.

Kendati demikian, perasaan lelah itu tergantikan dengan perasaan senang karena tim dalam pendakian bersama selamat semua kendati beberapa kali susah menemukan jalur, hal ini disebabkan semangat tim dan rasa kekompakkan.


Bahkan dalam kondisi kekurangan air dalam pendakian itu tim berusaha mendapatkan air dari akar kayu tertentu yang dapat mengeluarkan air sehingga permasalahan itu dapat teratasi.

Raut muka para tim ini semakin ceria saat keesokkan paginya mencapai puncak gunung bawang yang menjadi target pendakian, bahkan kesempatan mengabadikan momen itu tidak disia-siakan begitu saja, padahal anggota pendakian itu merasakan kelelahan karena medan yang berat.

Dalam suasana perjalanan turun gunung, tim juga mengalami kondisi yang cukup memprihatinkan karena pada sore itu hujan turun dengan lebatnya, kendati demikian perjalanan tetap dilanjutkan dengan melewati rute batu timah hingga malam.

Setelah seharian hingga malam hari, salah seorang tim mengalami gangguan fisik dan nyaris pingsan karena tidak sanggup untuk melakukan perjalan lagi, sehingga diputuskan untuk menginap dan dilanjutkan pagi esoknya.

Saat mencapai kampung madi yang merupakan dusun kaki gunung bawang, semua tim merasa senang dan bahagia karena dalam pendakian kali semua tim selamat dan sehat kendati meninggalkan bekas gigitan pacet dan luka karena duri pohon dalam pendakian itu.

Pesan kami untuk bangsa dan generasi penerus hendaknya menjaga alam agar terhindar dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab karena hutan dan potensi wisata pulau kalimantan atau borneo seperti mutiara yang tiada duanya di dunia ini.

"SALAM LESTARI ALAM"

Berita terkait:
Pendakian Bersama Momen Tahun Baru 2012 Sukses
Pewarta Dan Mapala gelar Pendakian Bersama Tahun Baru

Monday, January 2, 2012

Pendakian Bersama Momen Tahun Baru 2012 Sukses


Pendakian bersama Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang Kalbar yang digelar pewarta kalbar dan Makumpala Untan mulai tanggal 30 Desember 2011 hingga 2 Desember 2012 berlangsung sukses.

Tim pendakian ini melibatkan 7 orang, yakni Januar, Marsianus, Lanang, Deli, Arif dan Jack serta seorang wanita yakni Alin.


Pendakian ini melintasi jalur pendakian dari dusun Madi, desa Lumar menuju selter pertama yaitu simpang sirih.

Medan terjal dan cukup menantang membuat tim sempat kewalahan karena sebelumnya kawasan Gunung Bawang beberapa hari sebelumnya sempat hujan sehingga rute yang dilewati sempat menghambat proses pendakian.

Namun, berkat semangat dan kekompakkan tim, akhirnya pendakian itu terus berlanjut dan sampai di selter terakhir di makamuk dengan selamat.


Pendakian ke puncak Gunung Bawang dilakukan tim pendakian dan berhasil menancapkan spanduk pendakian di puncak yang membuat para tim terkesima karena keindahan alam ciptaan Maha Pencipta, perasaan terharu menghiasi pencapaian puncak itu karena kalangan wartawan 3 orang, yakni deli, Arif dan Alin merupakan orang yang baru pertama kali mendaki puncak Gunung Bawang.

Sedangkan saya pada momen pergantian tahun ini baru melakukan pendakian gunung bawang yang sekian lama tidak pernah mendaki gunung yang mengagumkan pesona keindahannya itu, kalau tidak salah pendakian pada momen pergantian tahun baru ini sekitar 10 tahun lamanya saya tidak mendaki karena keterbatasan waktu dan aktivitas yang cukup padat. Alhamdulillah pendakian gunung bawang kali ini bisa ikut serta.

Setelah mengabadikan momen di puncak, akhirnya tim melanjutkan turun gunung melewati rute batu timah. Perjalanan turun gunung ini sempat terkendala karena salah seorang tim mengalami gangguan fisik, sehigga diputuskan untuk menginap diperjalanan dan keesokan paginya baru dilanjutkan dan tiba di dusun madi dengan selamat.


Pendakian bersama Pewarta Kalbar dan Makumpala Untan momen pergantian tahun 2011-2012 ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kalbar kepada dunia, khususnya potensi di Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang.

Selain itu tujuan pendakian ini juga mengajak masyarakat Kalbar agar terus menjaga alam disekitarnya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


Berita Terkait:
Pewarta dan Mapala Gelar Pendakian Bersama Momen Tahun Baru
Catatan Pendakian Bersama Gunung Bawang 2012
Keindahan Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang Kalbar

Saturday, December 24, 2011

Pewarta Dan Mapala Gelar Pendakian Bersama Tahun Baru


Beragam kegiatan masyarakat terutama generasi muda untuk memeriahkan moment akhir tahun ini, salah satu kegiatan itu yakni dengan melakukan pendakian bersama antara Pewarta Kalbar dengan anggota Makumpala Untan Pontianak.

Pendakian dalam rangka moment menyambut tahun 2012 ini rencananya akan dilakukan di Puncak Gunung Bawang, Kabupaten Bengkayang yang merupakan daerah pegunungan yang masih terjaga keasliannya.


Para pendaki dari kalangan Pewarta itu terdiri dari wartawan media cetak serta media elektronik dan rencanannya dalam kegiatan pendakian yang akan berlangsung selama 4 hari itu para wartawan akan membuat berita terkait kegiatan yang kemudian diterbitkan atau disiarkan oleh media masing-masing.

Dalam kegiatan pendakian bersama antara Pewarta dan anggota Makumpala itu bertujuan untuk lebih memperkenalkan potensi wisata dan budaya yang ada di Kalbar kepada dunia sebagai kontribusi kampanye potensi wisata Kalbar.

Selain itu tujuan pendakian bersama ini untuk mengajak masyarakat agar peduli terhadap alam sehingga kedepannya alam di Kalbar tetap lestari.

Berita Terkait:
Pendakian Bersama Momen Tahun Baru 2012 Sukses
Danau Sentarum Surga petualang
Gunung Everest Diragukan Ketinggiannya
Para pendaki Dilarang Mendaki Gunung Kerinci
Kisah Tragis Pendaki Memotong Tangannya Sendiri
Pentingkah Ilmu Survival Bagi Petualang

Kalbar Minim Atlet Panjat Tebing Putri


Pengda Federasi Panjat Tebing Indonesia, FPTI Kalbar mengungkapkan bahwa saat ini atlet panjat tebing putri daerah mereka masih minim dan sangat jauh berbeda dengan atlet panjat tebing pria.

Panjat Tebing Putri Kalbar jauh berbeda dengan para atlet panjat tebing pria baik secara kualitas maupun kuantitas serta terjadinya penurunan prestasi pada beberapa tahun belakangan ini karena minimnya regenerasi.

Pada beberapa tahun lalu, para atlet panjat tebing putri kalbar prestasinya cukup mengagumkan, bahkan sempat mengukur prestasi gemilang pada event tingkat nasional.

Pernyataan itu terungkap setelah berlangsungnya jurda panjat tebing Kalbar ke-4 yang dilaksanakan pada pada tanggal 16 hingga 23 Desember 2011 di Kabupaten Bengkayang.


Hingga kini Pengda FPTI Kalbar terus melakukan upaya pembinaan agar Kalbar tidak mengalami krisis atlet panjat tebing putri dengan cara mengoptimalkan peran dari Pengcab Kabupaten-Kota di Kalbar.

Diakui ada beberapa faktor yang menjadi penyebab minimnya atlet panjat tebing putri itu antara lain masih minimnya minat para generasi muda terutama kaum hawa untuk mencintai dan turut berperan dalam olahraga yang penuh tantangan ini.

Selain itu masih adanya anggapan beberapa kalangan yang menyatakan bahwa olahraga panjat tebing hanya diperuntukkan bagi kalangan pria saja.

Berita Terkait
Atlet Tebing Kabupaten Pontianak Juara Umum
FPTI Kalbar Berupaya Tingkatkan Prestasi Atlet Panjat Tebing Kalbar
FPTI Kalbar Optimis Raih Emas Di PON

Atlet Panjat Tebing Kabupaten Pontianak Juara Umum


Atlet panjat tebing Kabupaten Pontianak kembali mengukir prestasi gemilang dalam kejuaraan daerah panjat tebing Kalbar ke-4 yang berlangsung pada tanggal 16 hingga 23 Deseber 2011 di Kabupaten Bengkayang.

Sebelumnya prestasi gemilang atlet panjat tebing Kabupaten Pontianak itu terukir pada jurda panjat tebing kalbar pertama sebagai juara umum yang berhasil mengalahkan para atlet panjat tebing dari berbagai kabupaten-kota di kalbar.


Atlet panjat tebing Kabupaten Pontianak itu berhasil mengoleksi 4 emas, 3 perak dan 2 perunggu dengan menyisihkan saingan abadinya atlet panjat tebing dari Kota Pontianak sebagai juara umum pada jurda panjat tebing ke-3 dan atlet panjat tebing Kota Pontianak hanya mampu berada di posisi ke-dua.

Sedangkan atlet panjat tebing Kota Singkawang cukup puas sebagai juara ke-tiga pada pelaksanaan jurda panjat tebing Kalbar 2011 ini.

Manager tim panjat tebing Kabupaten Pontianak, Aziz mengatakan prestasi atlet panjat tebingnya merupakan bentuk pembuktian dan dukungan seluruh pihak terutama pemerintah Kabupaten Pontianak.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya motivasi untuk merebut kembali sebagai juara umum seperti pelaksanaan jurda panjat tebing pertama.

Aziz mengharapkan dengan kembali merebut juara umum pada tahun ini hendaknya dapat menjadi motivasi kalangan generasi muda Kabupaten Pontianak untuk mencintai panjat tebing dan diharapkan kedepan atlet panjat tebing Kabupaten Pontianak dapat pula mengukir prestasi pada event tingkat nasional dan dunia.

Berita Terkait
FPTI Kalbar Berupaya Tingkatkan Prestasi Panjat Tebing Kalbar
FPTI Kalbar Optimis Raih Emas Di PON
Kalbar Minim Atlet Panjat Tebing Putri

Friday, December 23, 2011

FPTI Kalbar Berupaya Tingkatkan Prestasi Atlet Panjat Tebing Kalbar


Pengurus Daerah Federasi Panjat Tebing Indonesia, Pengda FPTI kalbar berupaya terus untuk meningkatkan prestasi para atlet panjat tebing mereka salah satunya dengan kembali menyemarakkan event kejuaran seperti kejuaraan daerah yang berlangsung di Kabupaten Bengkayang pada tanggal 16 hingga 23 Desember 2011.


Ketua Pengda FPTI kalbar, Akil Mochtar saat membuka jurda ke-4 panjat tebing di kabupaten bengkayang mengatakan potensi atlet panjat tebing kalbar cukup besar dan perlu dilakukan pembinaan secara intensif.

Diungkapkan salah satu faktor yang dihadapi saat ini masih terbentur masalah fasilitas yang kurang mendukung seperti dinding panjat sehingga mempengaruhi para atlet untuk berlatih secara maksimal.

Akil mengatakan Pengda FPTI Kalbar terus berupaya meningkatkan prestasi atlet panjat tebingnya kendati fasilitas yang kurang memadai dengan mengoptimalkan event yang ada.

Selain itu peran dari Pengcab FPTI Kabupaten-Kota diharapkan melakukan pembinaan secara terus menerus agar saat event kejuaraan diadakan para atlet panjat tebing mereka sudah siap secara fisik dan teknik pemanjatan.

Dari 14 pengcab FPTI kabupaten kota di kalbar ternyata 3 pengcab tidak bisa mengikutsertakan para atlet panjat tebing mereka karena persiapan yang kurang memadai.

Berita Terkait :
FPTI Kalbar Optimis Raih Emas Di PON
Atlet Panjat Tebing Kabupaten Pontianak Juara Umum
Kalbar Minin Atlet Panjat Tebing Putri